Kamis, 14 Januari 2010

GMNI dan PMKRI Desak Pansus Panggil SBY

Jakarta, (ANTARA News) - Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pengurus Pusat Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mendesak Pansus Angket Century DPR agar memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"GMNI mendesak keras kepada Pansus Hak Angket Century DPR RI agar secepatnya memanggil Presiden SBY, guna memberi kesaksiannya, karena beliaulah penanggungjawab pemerintahan republik ini," kata Sekjen Presidium Pusat GMNI, Cokro Wibowo kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Secara terpisah, Ketua Pengurus Pusat Presidium PMKRI, Stefanus Asat Gusma menilai, pemanggilan segera Presiden SBY oleh Pansus, akan meredam berbagai keresahan masyarakat sekarang, setelah melihat banyaknya pejabat di seputar `bail-out` yang saling lempar tanggung-jawab.

"Presiden SBY kami anggap yang paling bertanggungjawab dan karenanya harus bisa memberikan kesaksian mengenai kasus `bail-out` Bank Century yang membengkak dari semula hanya Rp600-an juta menjadi sekitar Rp6,7 Trilyun," ungkapnya.(*)

Tiga WNI di Haiti Selamat

New York (ANTARA News) - Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang tidak diketahui nasibnya sejak gempa bumi mengguncang Haiti pada Selasa (12/1) akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

"Saya baru saja mendapat kabar melalui surat elektronik bahwa ketiganya sudah ditemukan. Alhamdullillah semuanya dalam keadaan selamat," kata Kuasa Usaha ad interim Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Hasan Kleib, kepada ANTARA News, Kamis malam.

Kepastian tentang ditemukannya Ni Luh Made Juini, Ni Ketut Yastri Astiti dan I Gusti Ayu Putu Sukerti-- itu diperoleh Dubes Hasan pada Kamis malam dari dua relawan Indonesia di Haiti, Endang Satriyani dan Yogi Anggoro.

Endang dan Yogi adalah dua warga Indonesia yang bekerja di Haiti sebagai sukarelawan Misi Stabilisasi PBB di Haiti (MINUSTAH) dan berhasil menyelamatkan diri dari gedung markas MINUSTAH yang pada Selasa mulai runtuh diguncang gempa 7 Skala Richter.

Belum diketahui bagaimana ketiganya ditemukan, namun menurut Endang dan Yogi, dalam proses pencarian ketiga WNI itu, mereka didukung oleh polisi MINUSTAH.

Diberitakan Endang, tiga WNI yaitu Ni Luh Made Juni, Ni Ketut Yastri Astiti dan I Gusti Ayu Putu Sukerti, saat ini untuk sementara tinggal di Hotel Caribee --tempat mereka sehari-hari bekerja-- di Port au Prince, ibukota Haiti. Ketiganya masih memegang paspor Indonesia.

"Kami sangat berterima kasih kepada Endang dan Yogi yang melakukan upaya pencarian terhadap ketiga warga kita itu," kata Hasan Kleib.

Hasan Kleib mengatakan pihaknya belum dapat berkomunikasi langsung dengan para warga negara Indonesia itu karena saluran komunikasi di Haiti praktis terputus akibat gempa.

Hasan pada Kamis siang waktu setempat mendatangi Wakil Tetap Haiti untuk PBB di New York, Leo Merores, antara lain untuk meminta Pemerintah Haiti membantu pencarian ketiga WNI serta kemungkinan adanya warga Indonesia lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya pasca gempa.

"Beliau (Leo Merores, red) tadi mengatakan sepengetahuannya, ia mendapat laporan bahwa Hotel Caribee masih utuh berdiri, tidak hancur. Jadi ada harapan bahwa kalau ketiga WNI itu berada di hotel saat gempa terjadi, mereka dalam keadaan selamat," ujar Hasan.

Belum diketahui tindak lanjut ditemukannya ketiga WNI itu, karena menurut Hasan pihaknya belum bisa mendapatkan informasi rinci tentang mereka karena saluran komunikasi di Haiti masih putus akibat gempa.(*)

Gerhana Matahari Cincin di Medan Pukul 13:49 WIB

Medan (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gerhana matahari berbentuk cincin di Medan akan terjadi pada Jumat, pukul 13:49 WIB.

Analis Data BMKG Wilayah I Medan, Buha M. Simanjuntak di Medan, Jumat, mengatakan, puncak gerhana matahari cincin itu akan terjadi pada pukul 15:21 WIB.

Gerhana cicin itu akan berakhir pada pukul 16:38 WIB, katanya.

Buha mengatakan, gerhana matahari cincin itu tidak memiliki kaitan apa pun selain sekadar salah satu bagian dari efek dari rotasi planet.

Gerhana itu terjadi karena bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga menutup cahaya sumber panas itu menyinari bumi.

Namun ia menyatakan cuaca mendung yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya pada pagi menjelang siang hari itu tidak tidak ada kaitannya dengan gerhana cincin matahari.

"Itu murni karena pengaruh awan mendung saja," katanya.

Buha mengatakan, masyarakat diimbau untuk tidak melihat gerhana matahari cincin itu secara kasat mata karena akan berbahaya bagi kesehatan.

Sebaiknya, kata dia, masyarakat menggunakan alat tertentu untuk melihat terjadinya gerhana matahari cincin tersebut.

Ia mengaku, bahaya melihat gerhana itu dengan mata telanjang juga dapat menyebabkan kebutaan. "Bahaya, bahkan mungkin bisa menyebabkan kebutaan," kata Buha. (*)

Pendeta Socrates: Belum Ada Pemberitahuan Pelarangan Buku

Jayapura (ANTARA News) Pendeta Socrates Sofyan Yoman, pengarang buku "Suara Gereja Bagi Umat Tertindas" mengaku hingga saat ini belum mendapat pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Agung tentang larangan edar buku yang dia tulis.

"Sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan tersebut, padahal alamat saya jelas," ungkap Pdt.Socrates menjawab pertanyaan ANTARA News di Jayapura, Jumat sehubungan larangan dari Kejagung.

Menurut Socrates, pelarangan tersebut secara tidak langsung pemerintah "mematikan kreatifitas" anak bangsa yang seharusnya dihargai dan dihormati. Dia menilai larangan itu juga menandakan pemerintah tidak dewasa dan tidak mau diawasi.

Lebih lanjut, Socrates menilai larangan tersebut menjadikan buku tersebut justru dicari- cari pembaca karena ingin tahu apa yang ditulis didalamnya.

"Ini semacam promosi gratis bagi buku saya," ungkap Socrates lalu mengatakan buku tersebut dicetak sebanyak 5.000 eksemplar.

Socrates mengakui, sebelumnya bukunya yang berjudul "Pemusnahan etnis Melanesia" juga dilarang beredar.

Sementara itu, Kejati Papua Palty Simanjuntak secara terpisah mengakui pihaknya baru menerima surat edaran dari Kejagung tentang pelarangan buku karya Socrates, tertanggal 22 Desember 2009.

"Kami baru menyebarkan ke 10 kejari di Tanah Papua," ungkap Palty seraya menambahkan dengan adanya edaran tersebut maka Kejaksaan akan menarik buku tersebut.Buku lain yang ditarik adalah "Cucuran airmata Tuhan di Papua Barat"". (*)

Senin, 04 Januari 2010

kegelisahanQU

Kecemasan yang pernah saya alami termasuk ke dalam kecemasan Neoritis (syaraf)

Pada saat saya kecil saya pergi dengan keluarga ke TMII. Awalnya saya sangat senang sekali karena yang ada di dalam benak saya pada waktu itu adalah tamasya bersama keluarga dan pastinya menyenangkan.Tetapi ketika kakak saya mengajak ke Keong Emas saya langsung takut setengah mati, karena didepan Keong Emas sudah banyak badut yang siap menyambut pengunjung yang datang. Entah mengapa badut-badut itu terlihat menakutkan bagi saya, padahal maksud dari badut-badut itu adalah untuk menghibur para pengunjung yang baru datang. Saya langsung menangis dan meminta pergi dari tempat itu.

Saya mengalami rasa ketakutan/takut terhadap badut. Ketika saya melihat badut saya akan langsung menghindar dari tempat yang ada badutnya.Dan saya tidak mau berada di tempat itu lagi.

kebudayaan Bali

Hari Besar Umat Hindu Bali

Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahun Baru Caka (pergantian tahun Caka). Yaitu pada hari Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari pesucian Dewa-Dewa yang berada di pusat samudera yang membawa inti sarining air hidup (Tirtha Amertha Kamandalu). Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap Dewa-Dewa tersebut.


Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan Yang Mahaesa, untuk menyucikan Bhuwana Alit (alam manusia) dan Bhuwana Agung (alam semesta). Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi adalah sebagai berikut :

1. Tawur (Pecaruan), Pengrupukan, dan Melasti.

Sehari sebelum Nyepi, yaitu pada "panglong ping 14 sasih kesanga" umat Hindu melaksanakan upacara Butha Yadnya di perempatan jalan dan lingkungan rumah masing-masing, dengan mengambil salahg satu dari jenis-jenis "Caru" menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya itu masing-masing bernama; Panca Sata (kecil), Panca Sanak (sedang), dan Tawur Agung (besar).

Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisudha Bhuta Kala, dan segala 'leteh' (kotor), semoga sirna semuanya.

Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari; nasi manca warna (lima warna) berjumlah 9 tanding/paket, lauk pauknya ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Bhuta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Setalah mecaru dilanjutkan dengan upacara pengerupukan, yaitu : menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesui, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar.

Khusus di Bali, pada pengrupukan ini biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

Selanjutnya dilakukan Melasti yaitu menghanyutkan segala leteh (kotor) ke laut, serta menyucikan "pretima". DIlakukan di laut, karena laut (segara) dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha (Dewa Ruci, dan Pemuteran Mandaragiri). Selambat-lambatnya pada Tilem sore, pelelastian sudah selesai.

2. Nyepi

Keesoka harinya, yaitu pada "panglong ping 15" (Tilem Kesanga), tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini dilakukan puasa/peberatan Nyepi yang disebut Catur Beratha Penyepian dan terdiri dari; amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Beratha ini dilakukan sejak sebelum matahari terbit.

Menurut umat Hindu, segala hal yang bersifat peralihan, selalu didahului dengan perlambang gelap. Misalnya seorang bayi yang akan beralih menjadi anak-anak (1 oton/6 bulan), lambang ini diwujudkan dengan 'matekep guwungan' (ditutup sangkat ayam). Wanita yang beralih dari masa kanak-kanak ke dewasa (Ngeraja Sewala), upacaranya didahului dengan ngekep (dipingit).

Demikianlah untuk masa baru, ditempuh secara baru lahir, yaitu benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam caka/tahun barupun, dasar ini dipergunakan, sehingga ada masa amati geni.

Yang lebih penting dari dari pada perlambang-perlambang lahir itu (amati geni), sesuai dengan Lontar Sundari Gama adalah memutihbersihkan hati sanubari, dan itu merupakan keharusan bagi umat Hindu.

Tiap orang berilmu (sang wruhing tatwa dnjana) melaksanakan; Bharata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadhi (menunggal kepada Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi), yang bertujuan kesucian lahir bathin).

Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu, sehingga akan mempunyai kesiapan bathin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan Hari Raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti dirubah.

3. Ngembak Geni (Ngembak Api)

Terakhir dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada tangal ping pisan (1) sasih kedasa (X). Pada hari Inilah tahun baru Caka tersebut dimulai. Umat Hindu bersilahturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan (ksama), satu sama lain.

Dengan suasana baru, kehidupan baru akan dimulai dengan hati putih bersih. Jadi kalau tahun masehi berakhir tiap tanggal 31 Desember dan tahun barunya dimulai 1 Januari, maka tahun Caka berakhir pada panglong ping limolas (15) sasih kedasa (X), dan tahun barunya dimulai tanggal 1 sasih kedasa (X).

sumber:
www.balichemist.com

Senin, 21 Desember 2009

hari ibu

"Hari Ibu merupakan hari yang spesial bagi kaum perempuan. Kasih sayang seorang ibu kepada kita memang hal yang pantas untuk kita teladani.

Hari Ibu dirayakan di berbagai negara. Di Negeri Paman Sam, Hari Ibu tercipta berkat kegigihan seorang guru bernama Ana Jarvis. Ia prihatin melihat kaum muda yang semakin tidak memedulikan orang tua mereka.

Ide awal ini sebenarnya sudah dimulai ibunya yang bernama Ann Jarvis, seorang ibu rumah tangga yang memulai gerakan memperbaiki sanitasi dengan nama Mothers Working- Day pada 1858. Kematian ibunya pada 1907 membuat Anna Jarvis, sulung dari keluarga Jarvis, tergerak untuk menulis surat kepada para usahawan, anggota kongres serta berbagai pihak lainnya untuk menyeleng-garakan satu hari khusus sebagai Hari Ibu.

Pada 1914, President Wood row Wilson secara resmi menerima Hari Ibu (pada hari Minggu kedua di bulan Mei) sebagai perayaan nasional. Anna Jarvis sendiri pernah kecewa dengan hasil dari perayaan yang diperjuangkannya, dan mengatakan menulis kartu tidaklah terlalu berarti kecuali jika kamu malas untuk menulis kepada wanita yang telah memberi segalanya kepadamu jika dibandingkan dengan

orang lain di dunia ini.

Di lndonesiasendiri.Hari Ibu berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 1928, dirayakan pada 22 Desember. Awalnya Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengenang semangat dan perjuangan perempuan Indonesia dalam upaya memperbaiki kualitas bangsa.

Kini, Hari Ibu lebih diperingati sebagai hari untuk mengungkapkan kasih sayang dan terima kasih bagi kaum ibu. Memuji keibuan ibu dan membebaskannya dari tugas rutin sehari.Setiap orang mempunyai cara tersendiri untuk melakukan sesuatu, termasuk peringatan Hari Ibu ini. Salah satu faktor pendukungnya adalah seberapa besar cinta kita kepada beliau.

Peringatan Hari Ibu memang tidak perlu dilakukan dengan serbamewah. Perwujudan cinta tidak harus diberikan secara material. Kasih sayang kita pada ibu bisa dilakukan dengan berupaya seoptimal mungkin mewujudkan harapan-harapan beliau yang terkait dengan diri kita. Lulus ujian, tidak segan membantu pekerjaan di rumah atau dengan meminimalisasi pertengkaran dengan sang adik.

S.E.L.A.M.A.T H.A.R.I I.B.U !!!!
AKU SAYANG KAMU IBUU ...

^_^


reference : google.com